Selasa, 27 November 2012

Peran Budaya Organisasi Dalam Mempengaruhi Perilaku Etis Seseorang

A. PERANAN BUDAYA ORGANISASI
Dalam lingkungan kehidupannya, manusia dipengaruhi oleh budaya dimana ia berada, seperti nilai – nilai, keyakinan, perilaku sosial atau masyarakatyang kemudian menghasilkan budaya sosial atau budaya masyarakat. Hal yang sama juga terjadi pada anggota organisasi, dengan segala nilai, keyakinan dan perilakunya di dalam organisasi yang kemudian akan menciptakan budaya organisasi.
Dari uraian di atas dapat dikatan bahwa budaya perusahaan pada dasarnya mewakili norma – norma perilaku yang diikuti oleh para anggota organisasi, termasuk mereka yang berada dalam hierarki organisasi. Bagi organisasi yang masih didominasi oleh pendiri, maka budayanya akan menjadi wahana untuk mengkomunikasikan harapan - harapan pendiri kepada para pekerja lainnya. Demikian pula jika perusahaan dikelola oleh seorang manajer senior otokratis yang menerapkan gaya kepemimpinan top down. Disini budaya juga akanberperan untuk mengkomunikasikan harapan – harapan manajer senior itu.
Peran penting yang dimainkan oleh budaya perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Membantu menciptakan rasa memiliki jati diri bagi pekerja.
2. Dapat dipakai untuk mengembangkan ikatan pribadi dengan perusahaan.
3. Membantu stabilisasi perusahaan sebagai suatu sistem sosial.
4. Menyajikan pedoman perilaku sebagai hasil dari norma – norma perilaku yang sudah terbentuk.

Cara Karyawan Mempelajari Budaya Perusahaan
Proses transformasi budaya oleh karyawan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
1. Ceritera – ceritera
Ceritera - ceritera mengenai bagaimana kerasnya perjuangan pendiri organisasi di dalam memulai usaha sehingga kemudian menjadi maju seperti sekarang merupakan hal yang baik untuk disebarluaskan. Bagaimana sejarah pasang – surut perusahaan dan bagaimana perusahaan mengatasi kemelut dalam situasi tak menentu merupakan kisah yang dapat menodorong dan memotivasi karyawan untuk bekerja keras jika mereka mau memahaminya.
2. Ritual / Upacara – upacara
Semua masyarakat memiliki corak ritual sendiri - sendiri. Di dalam perusahaan, tidak jarang ditemui acara – acara ritual yang sudah mengakar dan menjadi bagian hidup perusahaan. Sehingga tetap dipelihara keberadaannya,contohnya adalah selamatan mulai musim giling di pabrik gula.
3. Simbol – simbol material
Simbol - simbol atau lambang - lambang material seperti pakaian seragam, ruang kantor dan lain-lain, atribut fisik yang dapat diamati merupakan unsur penting budaya organisasi yang harus diperhatikan sebab dengan simbol – simbol itulah dapat dengan cepat diidentifikasi bagaimana nilai, keyakinan, norma, danberbagai hal lain itu menjadi milik bersama dan dipatuhi anggota organisasi.
4. Bahasa
Bahasa merupakan salah satu media terpenting di dalam mentransformasikan nilai. Dalam suatu organisasi atau perusahaan, tiap bidang,divisi, strata atau semacamnya memiliki bahasa atau jargon yang khas, yang kadang – kadang hanya dipahami oleh kalangan itu sendiri. Hal ini penting agar dapat diterima di suatu lingkungan dan menjadi bagian dari lingkungan, salah satu syaratnya adalah memahami bahasa yang berlaku di lingkungan itu. Dengan demikian menjadi jelas bahwa bahasa merupakan unsur penting dalam budaya perusahaan.

B. FUNGSI BUDAYA
Budaya memiliki beberapa fungsi didalam organisasi, antara lain:
 Batas
Budaya berperan sebagai penentu batas – batas yang artinya, budaya menciptakan perbedaan atau yang membuat unik suatu organisasi dan membedakannya dengan organisasi - organisasi lainnya.
 Identitas
Budaya memuat rasa identitas suatu organisasi yang menunjukan ciri khas dari organisasi tersebut.
 Komitmen
Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu.
 Stabilitas
Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial karena budaya adalah perekat sosial yang membantu menyatukan organisasi dengan cara menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya dikatakan dan dilakukan oleh karyawan - karyawannya.
 Pembentuk sikap dan perilaku
Budaya bertindak sebagai mekanisme alasan yang masuk akal (sense-making) serta kendali yang menuntun dan membentuk sikap dan perilaku karyawan sehingga tidak menyimpang dari tujuan organisasi tersebut.

C. MENCIPTAKAN BUDAYA ORGANISASI YANG ETIS
Isu dan kekuatan suatu budaya memengaruhi suasana etis sebuah organisasi dan perilaku etis para anggotanya. Budaya sebuah organisasi yang punya kemungkinan paling besar untuk membentuk standar dan etika tinggi adalah budaya yang tinggi toleransinya terhadap risiko tinggi, sedang, sampai rendah dalam hal keagresifan, dan fokus pada sarana selain itu juga hasil.
Manajemen dapat melakukan beberapa hal dalam menciptakan budaya yang lebih etis, yaitu:
Model peran yang visibel
Karyawan akan melihat sikap dan perilaku manajemen puncak (Top Manajemen) sebagai acuan / landasan standar untuk menentukan perilaku dan tidakan - tindakan yang semestinya diambil.
Komunikasi harapan etis
Ambiguitas etika dapat diminimalisir dengan menciptakan dan mengkomunikasikan kode etik organisasi.
Pelatihan etis
Pelatihan etis digunakan untuk memperkuat standar, tuntunan organisasi, menjelaskan praktik yang diperbolehkan dan yang tidak, dan menangani dilema etika yang mungkin muncul.

Rabu, 17 Oktober 2012

Kasus Bribery

• Menurut saya Bribery merupakan suatu tindakan yang tidak etis karena dalam tindakan ini terdapat adanya pemberikan uang atau barang dalam rangka mempercepat proses yang berkaitan dengan birokrasi. Pemberian itu sebagai tanda agar dipercepat urusannya tanpa melalui mekanisme yang berlaku. • Contoh Kasus Pejabat publik yang terjerat kasus suap adalah Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad. Pada Oktober 2011 lalu, Wali Kota Bekasi Moctar Muhammad sujud syukur setelah Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung memvonis bebas. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, Mahkamah Agung (MA) menganulir keputusan bebas Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pindana Korupsi (7/3/2012). MA berdalih bahwa politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu terbukti menyuap dan menerima suap. MA menjelaskan, Mochtar terbukti melakukan penyuapan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Jawa Barat. Modusnya, ia meminta pimpinan satuan kerja di Pemerintah Kota Bekasi untuk menyisihkan dua persen uang proyek sampai terkumpul Rp 4,5 miliar. Atas perintah Mochtar, Rp 4 miliar itu diberikan kepada anggota DPRD Jawa Barat agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi segera disetujui. Kasus serupa menimpa Soemarmo, wali kota Semarang. Pria yang juga diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menjadi tersangka dalam kasus suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2012. Pria yang sebelumnya berkarir sebagai sekretaris daerah ini telah ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Cipinang selama 20 hari Sejak 30 Maret lalu. Kasusnya teruangkap setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap 2 Anggota DPRD Sumartono dan Agung Pumo Sarjono serta Sekda Akhmat Zaenuri pada Oktober 2011 lalu. Ketiganya telah ditahan lebih dulu.

Kode Etik Akuntan Publik


1.        KODE ETIK AKUNTAN PUBLIK
Kode Etik Profesi Akuntan Publik sebelumnya disebut dengan Aturan Etika Kompartemen Akuntansi Akuntan Publik (KEPAP) adalah aturan etika yang harus diterapkan oleh anggota Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) sebelumnya Ikatan Akuntan Publik Indonesia-Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP) dan staf professional (baik anggota IAPI maupun yang bukan anggota IAPI yang bekerja pada satu Kantor Akuntan Publik (KAP).

     2. a. Kredibilitas adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan
         Kepercayaan.
b..Profesionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan    oleh orang yang professional, ialah orang yang memiliki profesi.
c. Skeptisme adalah sikap auditor yang mencangkup pikiran yang selalu mempertanyakan  dan melakukan evaluasi secara kritis terhadap bukti audit.
d. Konsenvatisme adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa latin, conservare, melestarikan, menjaga, memelihara dan mengamalkan. Sebagaimana yang diketahui arti dari konservatisme adalah filsafat politik yang didukung oleh nilai-nilai tradisional.

Rabu, 10 Oktober 2012

KASUS PELANGGARAN KODE ETIK PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK


”Auditor memperoleh kontrak untuk mengawasi kantor klien, menandatangani bukti kas keluar untuk pembayaran dan menyusun laporan operasional berkala, sedangkan pada saat yang bersamaan dia juga melakukan penugasan audit atas laporan keuangan klien tersebut”
Seorang auditor yang mengaudit perusahaan dan ia juga memberi jasa lain selain jasa audit kepada perusahaan yang diauditnya tersebut, meskipun ia telah melakukan keahliannya dengan jujur, namun sulit untuk mengharapkan masyarakat mempercayainya sebagai orang yang independen. Masyarakat akan menduga bahwa kesimpulan dan langkah yang diambil oleh auditor independen selama auditnya dipengaruhi oleh kedudukannya di perusahaan tersebut. Demikian juga halnya, seorang auditor yang mempunyai kepentingan keuangan yang cukup besar dalam perusahaan yang diauditnya, mungkin ia benar-benar tidak memihak dalam menyatakan pendapatnya atas laporan keuangan tersebut. Namun bagaimanapun juga masyarakat tidak akan percaya, bahwa ia bersikap jujur dan tidak memihak. Auditor independen tidak hanya berkewajiban mempertahankan fakta bahwa ia independen, namun ia harus pula menghindari keadaan yang dapat menyebabkan pihak luar meragukan sikap independennya.
1.    Standar Profesi Akuntan Publik mengatur secara khusus mengenai independensi akuntan publik dalam standard umum kedua (SA.220) yang berbunyi: “Dalam semua hal yang berkaitan dengan penugasan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.
”Pemberian jasa lain selain jasa audit kemungkinan dapat berakibat akuntan publik kehilangan independensinya. Hal ini mungkin disebabkan beberapa alasan sebagai berikut: Kantor akuntan yang memberikan saran-saran kepada klien cenderung memihak kepada klien cenderung memihak pada kepentingan kliennya sehingga dapat kehilangan independensi di dalam melaksanakan pekerjaan audit.
2.    Kantor akuntan merasa bahwa dengan pemberian jasa selain jasa audit tersebut, harga dirinya dipertaruhkan untuk keberhasilan kliennya, sehingga cenderung tidak independen di dalam melaksanakan audit.
3.    pemberian jasa lain selain jasa audit mungkin mengharuskan kantor akuntan membuat keputusan tertentu untuk kliennya sehingga posisi akuntan publik menjadi tidak independen dalam melaksanakan jasa audit.
4.    Kantor akuntan yang melaksanakan pemberian jasa lain selain jasa audit mungkin mempunyai hubungan yang sangat erat dengan manajemen klien sehingga kemungkinan kurang independen di dalam melaksanakan audit.

Terdapat tiga persyaratan penting yang harus dipenuhi auditor sebelum diterima melaksanakan jasa pembukuan dan audit bagi klien
1.    Klien harus menerima tanggungjawab penuh atas laporan keuangan tersebut. Klien harus cukup mempunyai pengetahuan tentang aktivitas perusahaannya dan posisi keuangan serta prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan sehingga ia dapat menerima tanggung jawab tersebut dengan baik, termasuk secara kewajaran penilaian dan penyajian serta kecukupan pengungkapannya. Jika diperlukan, akuntan publik yang bersangkutan harus membicarakan masalah-masalah akuntansi dengan klien untuk memastikan bahwa kliennya sudah memiliki tingkat pemahaman yang dibutuhkan.
2.    Akuntan public harus tidak memegang peranan sebagai pegawai atau manajemen yang menjalankan operasi perusahaan. Sebagai contoh, akuntan publik tidak boleh melakukan transaksi, penanganan aktiva, atau menjalankan wewenang atas nama klien. Klien tersebut harus menyiapkan dokumen sumber semua transaksi dengan rincian yang cukup guna mengidentifikasikan pengendalian akuntansi atas data yang diproses oleh akuntan public, seperti pengendalian terhadap total dan perhitungan di dalam dokumen.
3.    Dalam pemeriksaan atas laporan keuangan yang disiapkan dari catatan dan buku klien yang sebagian atau seluruhnya dibuat oleh akuntan public, harus sesuai dengan standar auditing yang berlaku umum. Kenyataan bahwa akuntan publik tersebut yang memproses atau menyusun catatan-catatan itu tidak boleh mengurangi kebutuhan melakukan pengujian audit yang memadai.

Jumat, 05 Oktober 2012

KODE ETIK


·      PENGERTIAN KODE ETIK
Kode Etik Dapat diartikan pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku.
Dalam kaitannya dengan profesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standaart perilaku anggotanya. Nilai professional paling utama adalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.
·      CONTOH KODE ETIK
A.      Etika Pada Saat Bekerja di Lingkungan Kantor
-          Menjaga nama baik unit kerjanya
-          Saling menghormati sesame rekan kerjanya
-          Saling mendukung pelaksanaan tugas yang diberikan pimpinan
-          Memberikan pelayanan yang baik terhadap tamu danmenyelesaikan tugas sesuai ketentuan
-          Dapat menjadi contoh tauladan baik di lingkungan kerja maupun diluar jam kerja.
B.      Etika Pada Saat Bekerja di Luar Kantor
-          Melakukan kerja sama dengan baik antar biro,antar satuan kerja dan instansi terkait
-          Tidak bekerjasama dengan menyalahi aturan atau penyalahgunaan wewnang
-          Bertanggung jawab atas tugas yang diberikan dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

Menurut saya apabila seseorang yang menggunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi itu merupakan hal yang tidak etis karena hal tersebut sama saja penyalahgunaan dan menyalahi aturan yang sudah ditentukan serta hanya untuk mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri.

Rabu, 20 Juni 2012

Pengaruh TOEFL bagi Jurusan Akuntansi

1. Understanding TOEFL Test of English as a Foreign Language or TOEFL evaluates the ability of an individual to use and understand English in an academic atmosphere. It was developed to address the problem to ensure proficiency in English to non-native speakers who want to study at American universities. It has become an admission requirement for non-native English speakers in many English-speaking colleges and universities. In addition, institutions such as government agencies, licensing agencies, businesses, or scholarship programs may require this test. TOEFL scores are valid for two years and then will no longer be officially reported since the candidate's language skills could have changed significantly since the date of the test. Colleges and universities usually consider only the last value TOEFL. Policies governing the TOEFL program are formulated with the advice of the 16-member board. Board members are affiliated with undergraduate and graduate school, 2-year institutions and public agencies or private sector with an interest in international education. Other members are specialists in the field of English as a foreign or second language. TOEFL Committee of Examiners consists of 12 specialists in linguistics, language testing, teaching or research. Kinds of English tests TOEFL is generally required for college entrance requirements in almost all universities in the United States and Canada both for undergraduate programs (S-1) and graduate (S-2 or S-3). The results of the TOEFL test is also used as a material consideration of English language proficiency of prospective students applying to universities in other countries, including universities in Europe and Australia. In general, the TOEFL test is more oriented to American English, and a little different from the types of IELTS tests are oriented to British English. Unlike IELTS, TOEFL test is in general not have the individual interview test. This test usually takes about three hours and is organized in four parts, namely: * Listening comprehension, * Grammatical structure and written expression, * Reading comprehension, and the * Writing. This test is 3 hours long and all the tests can be taken on the same day. Students can take the test as many times as they want. However, colleges and universities usually consider only the latest score. a. Listening (30-40 minutes) Listening section consists of three parts. The first one contains 30 questions about short conversations. The second part has 8 questions about longer conversations. The last part asks 12 questions about lectures or talks. b. Structure and Written Expression (25 minutes) Structure and Written Expression section has 15 exercises complete sentences correctly and 25 exercises misidentification. c. Reading Comprehension (55 minutes) Reading Comprehension section has 50 questions about the reading. d. Writing (30 minutes) Writing section is one of the essay with 250-300 words in average. 2. TOEFL Test Objectives TOEFL has two general objectives are: Academic and General ie as described below: a. Academic test is used for educational purposes, research or academic-related activities abroad, or in Indonesia. To graduate, usually a minimum value is 550. whereas for S1 is 500. b. General is generally used for the purpose of employment, promotion or job assignment. Many companies that install standard English TOEFL employees to see the value of - his. Generally, a minimum TOEFL score is 500 for standard promotions. So of the things described above shows that the TOEFL test is very important to us both for the accounting department and to the public because it will be used to apply for jobs and other activities related to English.

Senin, 18 Juni 2012

Attachments strategi menjawab soal TOEFL ( Listening )

TOEFL Strategies for Listening Section TOEFL listening section, tests the ability of a student, especially a non-native English speaker, to understand spoken English (accentuated) in educational setting. Listening is an important skill to understand the concepts and ideas. Only when the concepts are understood completely it becomes a lighter task to score in the listening section of TOEFL test. In order to develop the listening skills for TOEFL, there are certain set of listening strategies or steps. They are explained in detail given below. Requirements for TOEFL Listening Strategy Listening strategies for TOEFL aims at providing each and every minute detail that are required to respond to all the questions within the given time in this section. Responding to the questions in time is very important because, it will help TOEFL candidates to save time, which they might spend on, one specific part of the test section. There are certain steps in strategies that would help in managing time in each part of listening test section (recordings). There are some basic requirements for listening skills which serves the steps in TOEFL listening strategies as detailed below: • Basic Comprehension When students listen to a recorded lecture or a conversation, they should understand the central or main idea in it. Then they should skim the recording for key points, important facts, purpose and the relevant details that connects the key points. • Practical Understanding It may also be called as “pragmatic understanding” where the meaning of a word should be taken, according to the context. Students are needed to find the intended meaning of the speaker i.e. from his point of view. A wide range of vocabulary is necessary for this process because, the recordings in listening test are usually from academic background. Practical understanding also becomes a must to find the purpose of a lecture or a conversation. • Relate Ideas given in multiple information sources Relating ideas is the final state where the key points and the important facts are compared to find the relationship between them. This method would initially lead to construct an argument. Then a string of supportive and non supportive elements are categorized and as a result the causes for the events are traced. This is where a student would end up identifying the conclusion which is expressed indirectly. • Inference Inference is to find the implied conclusion in recordings from the author’s point of view. The conclusion might be implied or expressed indirectly anywhere in the passage. These are the basic requirements necessary, in each part of the strategy of listening section, which consists of two recorded lectures and one long conversation. These fundamentals are to be followed, in the following few preparatory steps. Strategies in Preparation • Spoken English From Various Sources And Accents There are variations between the accents of English. It is the best to listen to English from various sources like television, music, radio etc. And also it is good to listen to the native speakers of English with different pronunciation and dialect. By doing this students would be able to improve their listening skills and also they will get used to different kinds of accents. It will be helpful very much if they listen to academic passages or conversations. • Making Notes While listening to a recording, notes should be jot down. These notes would help you to remember the important points given by speaker. The reason is also that, during the test you will be given only one chance to listen to a passage. Note making will help you to remember the details and the clues effectively. • Main Idea The main idea of a passage should be identified in a recording, as a first task while taking notes. Main idea of a lecture is usually given in the introductory part. The other details would be given in the rest of a lecture. Once the main idea is found it becomes a lighter task to find the purpose of the speaker. • Pointer Words, Important Facts And Relationship Between The Facts The pointer words may be defined as signal words or clues, given by the speaker. These keywords should be collected along with important facts and events. This should be done in order to compare them and identify the relationship between them. In turn this would give you the cause of the events. • Summary of Observation Give a summary of the recording which was listened, using the notes that are taken down. During this process, only important facts, relevant details, main idea and the key facts are covered. This is a good time saving technique, to prevent going through the notes again and again. • Building your Vocabulary Above all it is also important to build a student’s vocabulary, to find the meaning of a word, according to the context of the speaker. Students should get familiar with the words which they consider as new ones and practice them in their everyday life. The steps and the requirements in TOEFL strategies for listening section, which are elaborated above should be followed and practiced to manage time while taking up the test. The most important part in listening section is to concentrate on the subject of the speaker, and a student does not have to be distracted by the accent.   Listening Methods Only Study the English that TOEFL Uses Strictly English's tutors only focus on the English you need for the Listening Section of the TOEFL. For example, because almost every TOEFL lecture uses adverbials and adverbial phrases to introduce an opposing point of view, we make sure that you understand that grammatical pattern. Improve your Knowledge of Academic Content The TOEFL listening section has you listen to lectures and class discussions from various academic subjects like biology, psychology, art history, geology, literature, etc. This is why our Listening Package gives your close to 300 lectures on various academic topics. These lectures will make you more confident when listening to university lectures. Strengthen your Listening by Reading. Presenting, and Transcribing Many people think that the best way to improve your listening is to listen, listen, listen. And, yes: this will help. But listening to English is just one of four ways to improve your listening. In addition, we have our students read academic lecture, give presentations on academic topics, and copy written versions of lectures. Ear Training Many students have trouble understanding lectures and conversations because they are unable to hear the words that native speakers of English either verbally contract together or "swallow" when talking. Our ear training exercises help you hear these verbal contractions and these swallowed words so that you will have a better understanding of what you're listening to. Explain Wrong Answers It's not only important to know which answer choice is correct. It is also very important to know why a wrong answer choice is wrong. As we train you to explain why an incorrect answer choice is wrong, you will strengthen your critical ability to answer questions more quickly. Write TOEFL Test Questions If you can begin thinking like a TOEFL-test writer, then you'll be able to identify the tricks and traps TOEFL puts into their answer choices. So we have you wr ite your own TOEFL questions to various TOEFL lectures. Align the TOEFL books from easiest to hardest Because some TOEFL books are more advanced than others, Strictly English has sequenced the TOEFL books on the market from easiest to hardest so that as your study of Listening will become more challenging as you go.